Demi Berkunjung ke Perpustakaan Umum Pangkalpinang, Kakek 70 Tahun Ini Rela Jalan Kaki dari Gabek
PANGKALPINANG – Pagi itu, embun masih mengendap sendu di bibir-bibir kaca Gedung Perpustakaan Umum Kota Pangkalpinang. Redup mentari pagi, pelan dan ringkih menerpa bilik-bilik baca yang masih tersusun rapi. Suasana di ruangan itu masih sepi. Hanya beberapa petugas yang hilir mudik merapikan susunan-susunan buku di lemari koleksi.
Ya, konsentrasi Yani Soraya, petugas pelayanan yang sibuk dengan buku-buku serta meja layanannya pagi itu terbuyarkan. Temaram suasana yang hening seketika berbuah kejutan dengan terdengar lembutnya suara salam dari seorang pria berpeci dan berbaju rapi.
Sesosok kakek tua, bernama Yusril menghampiri meja layanan. Bertanya ia kepada Soraya, yang kala itu dengan sigap melayaninya.
“Ibu, saya mau lihat-lihat buku,” tuturnya ke Soraya.
Seolah tak percaya dengan apa yang ia lihat, Soraya langsung mengantarkan sang kakek menuju pojok baca digital (Pocadi) untuk mengetahui lokasi koleksi buku yang kakek itu inginkan. Namun, karena sistem jaringan internet sedang offline dan berharap agar sang kakek tidak kecewa, Soraya menyarankan kakek itu untuk langsung menuju lemari koleksi sambil menunggu sistem jaringan normal kembali.
Soraya meninggalkan sang kakek yang saat itu langsung intim dengan deretan buku yang terpajang di lemari koleksi. Tak lama usai menemukan beberapa buku yang diinginkannya, sang kakek duduk di meja baca dekat pinggir dinding kaca. Suasana hening kembali. Dengan tenang sang kakek membuka helai demi helai lembaran buku yang ia baca.
Tak lama hening itu mengalun. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pangkalpinang Dr. Hj. Eti Fahriaty, S.Pd.I, M.Pd yang pagi itu memang tertarik dengan kunjungan sang kakek, langsung menghampirinya.
Terjadilah obrolan hangat dari seorang kepala dinas dengan pengunjung istimewa yang masih semangat untuk membaca.
Hj. Eti bahkan sempat meminta salah satu pegawai untuk mengabadikan pertemuan dirinya dengan pengunjung istimewa itu. Menurut Hj. Eti, minat baca Kakek Yusril yang pagi itu rela berkunjung ke perpustakaan walaupun dengan berjalan kaki dari kediamannya di Kecamatan Gabek, patut diapresiasi.
“Ternyata benar kata pepatah bijak, bahwa orang yang suka membaca itu lambat pikun. Pak Yusril ini walaupun usianya sudah 70 tahun, dan rela berjalan kaki dari rumahnya di Gabek, tapi tak menyurutkan semangatnya untuk berkunjung ke Perpustakaan Umum Kota Pangkalpinang untuk membaca,” ungkap Hj. Eti di sela-sela obrolan mereka.
Ya, Kesenangan seseorang dengan membaca memang tak dapat diukur dari sisi fisik dan materi. Membaca dan membuka jendela dunia lewat informasi-informasi yang ada di dalam buku ternyata mampu memberikan kenikmatan tersendiri bagi seseorang.
Hal ini ternyata sudah dibuktikan oleh Yusril. Kendati tak memiliki banyak koleksi buku di rumahnya, kakek 70 tahun ini tak sungkan menghentikan minatnya dalam membaca.
Yoh Seperadik Sobat Baca! Jangan nek kalah kek Kakek Yusril. Biar usia beliau lah 70 tahun, tapi beliau masih semangat membaca. Yang muda, yang masih segar, yang masih semangat, yoh berkunjung ke Perpustakaan Umum Kota Pangkalpinang. Banyak koleksi buku-buku menarik dan suasananya instagramable lho !