Bikin Heboh, Ratusan Siswa SDN 1 Kunjungi Perpustakaan Umum Pangkalpinang
Didampingi 25 Guru dan Perwakilan Orang Tua
PANGKALPINANG – 118 siswa SDN 1 Pangkalpinang didampingi 25 orang guru dan perwakilan orang tua berkunjung ke Perpustakaan Umum Kota Pangkalpinang, Kamis (20/7) pagi.
Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka menanamkan budaya baca sejak dini sekaligus mengenalkan siswa dengan Perpustakaan Umum Kota Pangkalpinang.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pangkalpinang Dr. Hj. Eti Fahriaty, M.Pd didampingi Kepala Bidang Perpustakaan Nurledi, SP beserta jajaran menerima langsung kunjungan tersebut. Ia mengaku senang dan mengapresisasi inisiatif kepala sekolah serta guru SDN 1 Pangkalpinang yang memfasilitasi para siswa untuk berkunjung ke perpustakaan kebanggaan masyarakat Kota Pangkalpinang tersebut.

“Senang sekali dikunjungi ratusan siswa dari SDN 1 Pangkalpinang. Walaupun padat, tumplek memenuhi ruang baca anak, tapi mereka sangat atensi dengan buku-buku, maupun alat-alat permainan tradisional yang ada. Saya sebagai kepala dinas, memberikan apresiasi besar kepada kepala sekolah dan guru-guru yang menginisiasi kunjungan ini dengan harapan, siswa dapat dikenalkan dengan perpustakaan kita, yang kebetulan baru diresmikan 27 Juni lalu,” ungkap Hj. Eti.
Ia melanjutkan, Ruang Baca Anak yang ada di Perpustakaan Umum Kota Pangkalpinang memang menjadi salah satu fasilitas penting dalam pengelolaan layanan perpustakaan. Ruang tersebut paling sering dikunjungi oleh siswa sekolah.

“Kegiatan MPLS oleh siswa yang baru ini merupakan salah satu bentuk uji coba kapasitas. Beberapa bulan lalu juga, ratusan siswa dan guru dari SMP IT Yabunaya Kabupaten Bangka sudah berkunjung dan memanfaatkan layanan di ruang-ruang baca, termasuk ruang baca anak yang ada disini. Kita ingin, siswa dan anak-anak yang berkunjung dapat menikmati buku-buku yang ada serta berbagai permainan tradisional hingga puzzle. Harapannya, mereka tidak hanya mulai membudayakan membaca, tapi juga mereka dapat dikenalkan dengan berbagai macam aktvitas kreatif seperti permainan,” pungkas Hj. Eti.