Dinas Perpustakaan & Kearsipan Kota Pangkalpinang Gelar Halalbihalal
PANGKALPINANG – Masih dalam suasana Bulan Syawal 1446 H, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pangkalpinang menggelar Halalbihalal, Jumat (11/4/2025).
Kendati dilaksanakan secara sederhana, kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh keceriaan.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pangkalpinang Dr. Hj. Eti Fahriaty, S.PdI., M.Pd menyampaikan bahwa silaturahmi merupakan hal penting dalam kehidupan. Dalam hubungannya dengan sesama manusia (hablum minannas), lanjut Hj. Eti, tentu sesama manusia memiliki salah dan khilaf. Maka dari itu, melalui momentum halalbihalal, diharapkan seluruh jajarannya dapat saling memaafkan.

“Apalagi kegiatan ini dilaksanakan tepat di hari Jumat. Hari yang penuh dengan keberkahan. Saya secara pribadi dalam pelaksanaan tugas di kantor maupun dalam pergaulan, mohon maaf lahir dan batin jika ada salah dan hilaf. Apalagi kita di DPK selalu berkomitmen mengisi hal-hal positif di hari jumat. Maka dari itu, melalui halalbihalal ini, mari kita terus pererat silaturahmi di antara kita dan terus kompak dalam melaksanakan tugas dan pelayanan,” ungkap Hj. Eti.
Selain diisi dengan pembacaan Ayat Suci Alquran dan saritilawah, halalbihalal yang diikuti seluruh jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan tersebut diisi pula dengan ceramah keagamaan yang disampaikan oleh Dr. H. Zaidan, SH.

Dalam ceramahnya, H. Zaidan menekankan makna halalbihalal dan konsep silaturahmi dalam Islam. Ia menjelaskan, halalbihalal adalah tradisi masyarakat Indonesia yang dilakukan setelah idul fitri untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi. Tradisi ini hanya ada di Indonesia yang memiliki makna mendalam, yaitu mengembalikan kekusutan hubungan persaudaraan.
“Halalbihalal juga merupakan tradisi yang merefleksikan bahwa Islam adalah agama toleransi. Halalbihalal memang terdengar seperti berasal dari bahasa Arab. Halalbihalal sebenarnya berasal dari kata serapan ‘halal’ dengan sisipan ‘bi’ yang berarti ‘dengan’ (bahasa Arab) di antara ‘halal’. Namun, Halalbihalal sebenarnya bukan berasal dari Arab, melainkan merupakan tradisi yang dibuat di Indonesia,” ungkap H. Zaidan.


Selain itu, ia juga menjabarkan konsep silaturahmi dalam Islam. Menurutnya, silaturahmi merupakan ajaran Islam yang menunjukkan pentingnya hubungan antara sesama manusia. H. Zaidan juga menekankan, sejatinya manusia adalah makhluk sosial dalam artian manusia itu sendiri saling membutuhkan. Dengan bersilaturahmi dapat memudahkan kegiatan – kegiatan manusia itu sendiri. Terdapat banyak keberkahan dan manfaat dari silaturahmi. (*)