Dinginnya bayu, bangunkan rentamu
Dari buaian lelapnya malam nan kelabu
Jejakkan bumi, meniti pagi
Merajut hari gerakkan aksi
Hingga senja ulurkan tangan menanti
Usap lelahmu yang bertabur kasih
Kantuk tak halangi netramu
Nyeri tak surutkan langkahmu
Kelu tak padamkan wicaramu
Halau gelap jiwa yang melingkupi
Hingga kesia-siaan terusir pergi
Dari tubuh-tubuh terkasih yang kau miliki.
Kini ragaku telah menyamai jati dirimu
Namun lelahmu tak terbayar keringatku,
Deritamu tak terhapus kuasaku,
Arifmu tak tertutup pintarku,
Do’amu tak terbalas baktiku,
Karnamu gelap kehidupanku
Tak tercipta di lorong waktuku.
Asaku, surgaku terbentang
Melalui telapak nan putihmu
Sebelum akhir menjeratku
Dalam penyesalan karena kehilanganmu.
Rangkui, medio Maret 2023