Ujung Haru
Oleh :
Dian Pertiwi
Bulan melangkah perlahan di gelapnya akhir malam itu
Tubuhku terus merapuh, menahan rindu di jejak waktu
Hati tak lagi mampu bersenandung, mengalunkan syair merdu
Raga terpuruk, tergerus darah yang mengalir diantara fitrahku
Di dekap malam kuretas langit yang memberi rindu
Aku ingin dipanggil “Ibu”, Wahai Pemberi kecukupan
Beri aku kesempatan ‘tuk menimang rindu, Duhai Pengabulharapan
Lamat kubisikkan pinta di sela nadi yang berdetak satu-satu
Di antara asa dan rindu yang bertahan di benakku
Kurasa peluh rapat membasuh tubuh
Hemoragi terus menyerangku, melemahkan segenap ragaku
Tiada kekuatan bagiku ‘tuk meraih kebaikan selain kuasa-Mu, Wahai Penguasa semesta
Waktu seakan membatu
Samar, kurasakan tangan-tangan medikus merajut keping asaku
Di ringkihnya nafas, sebait keyakinan kulantun
Cukuplah Engkau sebagai penolong, Wahai Tuhanku
Sejenak kunikmat isenyap
Lalu kudengar lafaz takbir di sekelilingku
Mengiring tangis di tubuh mungil, menjawab setengah windu penantianku
Segala puji bagi-Mu, Tuan seluruh alam, di ujung haruku mengadu
Pangkalpinang, Maret 2023