Gerakan Siswa Berkarya: Menulis Cerita Lokal, Merawat Budaya Lewat Literasi

0

Pangkalpinang – Semangat literasi dan kecintaan terhadap budaya lokal berpadu dalam kegiatan Gerakan Siswa Berkarya: Menulis Cerita Lokal yang diselenggarakan oleh Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Genangan Ilmu pada Sabtu, 19 September 2026, bertempat di Perpustakaan Umum Zulkarnain Karim Kota Pangkalpinang.

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dari Bapak Rabian Syahbana, S.Pd.I., M.Pd., yang sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam mendorong tumbuhnya semangat literasi dan kreativitas di kalangan siswa.

Selanjutnya, kegiatan diisi dengan pemaparan materi oleh Ibu Vega Galanteri. Dalam kegiatan ini, para siswa diajak untuk mengenal dan menggali kekayaan budaya lokal melalui cerita-cerita yang sarat akan nilai tradisi dan kearifan lokal.

Tidak sekadar membaca dan menulis, para siswa diajak menyelami nilai-nilai tradisi yang terkandung dalam cerita lokal, kemudian mengolahnya menjadi tulisan yang menarik, kreatif, dan bermakna. Melalui rangkaian kegiatan membaca, berdiskusi, dan menulis, para siswa didorong untuk mengeksplorasi ide, mengembangkan imajinasi, serta menuangkan gagasan mereka ke dalam bentuk cerita.

Proses ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk memahami bahwa cerita lokal bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga sumber inspirasi yang relevan bagi generasi masa kini.

Lebih dari sekadar kegiatan literasi, Gerakan Siswa Berkarya diharapkan mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, sekaligus memperkuat keterampilan komunikasi, kolaborasi, dan kerja sama antarsiswa. Melalui interaksi dan pertukaran gagasan, siswa dapat saling belajar, menghargai perspektif yang berbeda, serta membangun kepercayaan diri dalam berkarya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, TBM Genangan Ilmu turut menghadirkan ruang pembelajaran yang menyenangkan dan inspiratif bagi generasi muda. Diharapkan, semangat menulis cerita lokal dapat terus tumbuh, sehingga literasi tidak hanya menjadi sarana menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi jembatan untuk merawat ingatan, menjaga identitas budaya, dan mewariskan nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi mendatang.

Source TBM Genangan Ilmu
Leave A Reply

Your email address will not be published.

Ada yang bisa kami bantu bro/sis ?